Maaf Saya Tidak Merokok

Entah kenapa saya tidak merokok. Selama ini sebenarnya merokok sangat dekat denganku. Bukan lagi hal yang asing. Ayahku, kakakku, hampir semua tetanggaku, beberapa temanku juga merokok, bahkan adikku kerja di pabrik rokok. Beberapa kali memang terasaa , pandangan aneh beberapa dari mereka yang menawari saya merokok, dan selalu saya jawab “maaf saya tidak merokok”.

Namun sebenarnya bukan saya tidak pernah merokok. Sekitar satu dekade yang lalu saya pernah beberapa kali diajak kakak dan beberapa kali mencoba sendiri menikmati enaknya menghisap batangan kelintingan tembakau itu. Dan kali itu saya harus berterima kasih kepada Tuhan, aku ke sesak napas selama tiga hari lantaran menghisap batang rokok bekas bapak.

Nah, kemudian takdir buka perokok terus menghampiriku. Ketika beberapa kali datang ke pengajian dikatakan oleh ustadz bahwa rokok itu haram sesuai fatwa MUI, kemudian lima teman dekatku – bagai saudara –  juga tidak ada yang merokok, ditambah lagi istriku tidak suka pria perokok, dan jadilah sekarang diriku “bukan perokok”.

Dalam beberapa kali pengaglan peristiwa aku semakin menemui tidak enaknya merokok. Beberapa orangtua disekitarku banyak kemudian berhenti merokok karena terlanjur sakit, ada yang berhenti merokok karena terlanjur kena kanker, ada juga teman seorang sopir ambulan yang seketika berhenti lantaran terlanjur kena serangan jantung dan meninggal.

Semakin lama hati ini semakin resah bila berdiam diri. Lewat teman setiaku “mbah google” aku terus mencari informasi tentang rokok. Ya .. dapat , aku jadi tahu rokok mengandung Tar, nikotin, asapnya mengandung Karbonmonoksida,  mengandung polonium dan banyak lagi yang lainnya. Belum lagi bila yang menghisap perokok pasif, maka semua resiko itu akan terasa 5x lebih dahsyat . Kasihan mereka yang tidak berdosa  ikut merasakan neraka asap rokok yang keluar dari mulut manusia lain yang merasa tidak berdosa.

Kusebarkan apa yang aku tahu kepada siapapun yang aku tahu. Aku sampaikan kepada muridku, aku pengaruhi mereka dengan segenap tenagaku, aku tempel poster anti rokok di kelasku, aku sampaikan dalam materi apapun itu, dan beberapa kali aku sampaikan di depan guru-guru yang lain karena meraka mengundangku untuk itu.

Namun jangan benci padaku karena aku tidak membenci perokok disekitarku. Tidak kuasa membenci keluargaku, orang yang aku hormati, tetanggaku, temanku. Aku hanya bisa berdoa untuk mereka semua agar mereka mampu menuruti kata hati mereka. Aku yakin mereka juga benci dengan rokok, namun belum mampu menuruti kata hatinya menuju kehidupan yang lebih bahagia tanpa rokok.

Posted on 29 Januari 2012, in Artikel and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. heeee …. jangan merokok yap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: